Aturan larangan Mudik Lebaran 2021

Mudik lebaran memang sudah menjadi tradisi bagi Masyarakat Indonesia. Yang namanya mudik lebaran khususnya di hari raya IDUL FITRI itu bisa di kategorikan kegiatan rutin tiap tahunnya. Namun sangat disayangkan untuk 2 tahun terakhir ini untuk melakukan mudik lebaran dilarang atau dibatasi yang di sebabkan oleh pandemi Covid19. Menjelang IDUL FITRI sekarang ini tiap terminal maupun pelabuhan semakin banyak masyarakat yang berbondong bondong untuk melakukan mudik meskipun himbauan larangan mudik. Berikut informasi untuk aturan larangan mudik seperti yang dilansir kompas.com

Larangan mudik Lebaran 2021 berlaku pada 6-7 Mei untuk semua masyarakat dan semua moda transportasi. Pengecualian Aturan ini tidak berlaku bagi kendaraan distribusi logistik dan kelompok masyarakat dengan keperluan perjalanan nonmudik. Misalnya, perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. Syaratnya, mereka harus memiliki print out atau cetakan surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar/masuk (SIKM). SIKM SIKM ini hanya berlaku secara individual dan untuk satu kali perjalanan pergi-pulang lintas kota/kabupaten, provinsi, atau negara.

Untuk instansi pemerintah/ASN, pegawai BUMN dan BUMD, serta anggota TNI/Polri, membawa print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat eselon II dan ditandatangani basah/elektronink pejabar serta identitas diri calon pelaku perjalanan. Adapun pegawai swasta harus membawa print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan dan ditandatangani basah/elektronik serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Pekerja informal harus membawa print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan Untuk masyarakat umum non-pekerja, harus membawa print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan. Screening Pelaku perjalanan yang masuk pengecualian di atas akan diperiksa kelengkapan dokumen berupa print out surat izin perjalanan/SIKM juga hasil tes Covid-19 (RT-PCR/Rapid Test Antigen/GeNose C19) di pintu kedatangan atau pos kontrol yang ada di rest area, perbatasan kota besar, titik pengecekan, dan titik penyekatan daerah aglomerasi.

Sementara itu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta agar masyarakat benar-benar mematuhi larangan mudik Lebaran tahun ini. Sebab, semua orang tetap bisa tertular virus corona selama perjalanan menuju ke kampung halaman, meski tes menyatakan hasil negatif Covid-19. “Anda yang sudah memegang dokumen negatif Covid pun belum tentu selamanya akan negatif. Bisa jadi Anda akan tertular di dalam perjalanan,” kata Doni dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin virus corona menyebar ke para orangtua, keluarga, dan sanak saudara yang ada di kampung halaman. Pasalnya, virus sangat mungkin menular akibat adanya interaksi atau kontak fisik melalui salaman atau berpelukan. “Bisa jadi Anda sudah sebagai carrier, sudah terpapar Covid, sudah terinfeksi. Setelah sekian hari keluarga di kampung bisa jadi terpapar Covid, tertular akibat pertemuan tersebut,” ujar Doni. Padahal, lanjut Doni, tidak semua daerah punya rumah sakit dan dokter yang memadai untuk merawat pasien Covid-19.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *