Daftar Tempat Vaksin di Puskesmas Kota Tangerang

Saat ini, masyarakat berusia 18 tahun ke atas sudah bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 di berbagai fasilitas kesehatan. Beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Tangerang mulai memvaksinasi masyarakat umum.

Pemerintah Kota Tangerang bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas untuk melaksanakan program vaksinasi. Untuk mendapatkan vaksinasi, masyarakat dapat mendaftar secara online melalui vaksinasi (dot) tangerangkota (dot) go (dot) en /.

Program vaksinasi ini berlaku bagi masyarakat yang merupakan pemilik KTP Kota Tangerang. Selain itu, para migran juga dilarang mengikuti program vaksinasi dengan menyertakan surat keterangan domisili atau surat keterangan kerja.

Lantas, Puskesmas mana saja yang menjadi tempat vaksinasi di Tangerang? Ini pertanyaan untuk Anda, Moms.
Vaksinasi 38 Puskesmas di Tangerang

1. Puskesmas Jatiuwung
2. Puskesmas Poris Plawad
3. Puskesmas Karang Tengah
4. Puskesmas Neglasari
5. Puskesmas Benda
6. Puskesmas Batuceper
7. Puskesmas Jurumudi Baru
8. Puskesmas Pondok Bahar
9. Puskesmas Cipadu
10. Puskesmas Kunciran
11. Puskesmas Gondrong
12. Puskesmas Pabuaran Tumpeng
13. Puskesmas Gembor
14. Puskesmas Bugel
15. Puskesmas Ciledug
16. Puskesmas Kunciran Baru
17. Puskesmas Poris Gaga
18. Puskesmas Panunggangan
19. Puskesmas Priuk Jaya
20. Puskesmas Cibodasari
21. Puskesmas Tanah Tinggi
22. Puskesmas Sukasari
23. Puskesmas Sangiang
24. Puskesmas Larangan Utara
25. Puskesmas Pedurenan
26. Puskesmas Cipondoh
27. Puskesmas Kedaung Wetan
28. Puskesmas Ketapang
29. Puskesmas Karawaci Baru
30. Puskesmas Cikokol
31. Puskesmas Tajur
32. Puskesmas Baja
33. Puskesmas Pasar Baru
34. Puskesmas Petir
35. Puskesmas Paninggilan
36. Puskesmas Gebang Raya
37. Puskesmas Panunggangan Barat
38. Puskesmas Manis Jaya

Ibu, perlu dipahami bahwa umumnya setiap tempat juga menetapkan kuota atau membatasi hari vaksinasi peserta, terutama bagi orang-orang yang pergi langsung (tidak mendaftar secara online sebelumnya).
Oleh karena itu sebaiknya cek akun instagram masing-masing kecamatan sesuai dengan lokasi yang ingin dituju atau siapa yang berkonsultasi terlebih dahulu di RT/RW.

Pasien Covid Ngamuk Disebabkan Tidak Dapat Kamar di RSUD Pasar Minggu

Dalam video tersebut, pria tersebut terlihat berusaha melawan petugas keamanan rumah sakit. Bahkan sampai beberapa orang harus menahannya.

Terkait hal itu, Kapolsek Cilandak, Kompol Bambang Handoko membenarkan adanya informasi tersebut.

“Mengenai informasi yang viral video terkait pasien COVID di RS Pasar Minggu yang mengamuk, itu benar menurut keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten,” kata Handoko saat dikonfirmasi.

Handoko mengatakan pasien marah karena ingin segera mendapatkan kamar. Dalam video tersebut, pasien terlihat seperti ingin melarikan diri.

Menurut Handoko, saat itu rumah sakit sudah penuh.
“Situasi RS Pasar Minggu kabarnya sekarang full, tak ada tempat yang tersisa serta saat itu ada pasien yang juga positif COVID. Mereka marah karena ingin segera kamar, jadi seperti orang kabur. ,” dia berkata

“Akhirnya ditahan oleh dokter dan dokter yang memakai APD untuk merobek bajunya dan dibantu oleh satpam yang tidak memakai APD,” tambahnya.

Dari informasi yang diterima, lanjutnya, petugas keamanan Rumah Sakit yang tidak menggunakannya kemudian dinyatakan terpapar virus corona APD.

Sementara itu, dia belum mengetahui apakah pasien mengamuk dirawat di RSUD Pasar Minggu atau tidak. Menurut dia, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak RSUD dan Kapuskes Kabupaten.

“Sesuai informasi kapuskes yang sudah terpapar garda COVID. Apakah pasien yang dirawat di rumah sakit atau tidak kami belum tahu pasti. Kapuskes belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” katanya.

Meski Sudah Di Vaksin Apakah Kekebalannya Kurang dari Enam Bulan?

Vaksinasi lengkap tenaga kesehatan sekitar Februari 2021. Lalu, apakah kekebalan vaksin Sinovac ke depan sudah habis di bulan Juni? Atau kurang dari 6 bulan. Vaksinasi COVID-19 Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksin tersebut belum mampu menjamin 100 persen aman dari potensi penularan.

“Tidak (bukan untuk kekebalan vaksin Sinovac masa depan), karena risiko mendapatkan proke yang tepat dan tetap ada karena vaksin tidak 100% (memberi) perlindungan penularan,” kata Nadia, saat dimintai penjelasan oleh koil, Rabu (9/6).

Menurutnya, meski masih ada kemungkinan tertular COVID-19, namun tenaga kesehatan yang telah divaksinasi tetap mendapat perlindungan dari potensi infeksi dengan gejala berat dan kematian.

“Namun buat yang di indikasikan serius serta kematian mencapai lebih dari 95% perlindungan,” tambahnya.

Untuk itu, Nadia mengimbau agar para tenaga kesehatan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) dalam menjalankan tugas atau sepulang kerja dan pulang kampung. Pasalnya, risiko penularan corona bisa terjadi saat tenaga kesehatan tidak bekerja atau keluar lingkungan.

“Kan baru 100 persen (menjalankan protokol kesehatan) hanya kalangan tenaga kesehatan (di tempat kerja), tenaga kesehatan enggak tinggal kan sendiri,” tambah Nadia.

Sumber kumparan