Homo Ludens-Aksi Jalan Kaki dari Toba ke Jakarta

Itu terlihat dengan 11 tim yang berjalan kaki ke Jakarta dari Toba. Sudah 11 hari mereka berjalan. Pada hari ke-11, mereka tiba di Bukit Tinggi, 402 kilometer dari titik awal mereka memulai langkah Balige, Sumatera Utara. Diperkirakan mereka membutuhkan waktu sekitar 50 hari untuk sampai di Jakarta yang jaraknya sekitar 1.800 kilometer.

Mereka akan menemui Presiden Jokowi di Istana dan meminta Jokowi menutup PT TPL, pabrik pulp di Porsea. PT TPL selama 30 tahun tidak ada jejaknya juga di Batak. Perusahaan-perusahaan ini sering melakukan kekerasan dalam perampasan tanah adat untuk kemudian ditanami ekualitus.

Perusahaan juga telah membuktikan pengelolaan limbahnya dengan baik. Akibatnya air Danau Toba tercemar parah sehingga ikan endemik danau itu punah. Terjadi peralihan mata pencaharian masyarakat. Masyarakat Toba semakin meninggalkan danau ke daratan. Jumlah nelayan menurun drastis. Sayangnya, daratan juga terkena dampak limbah PT TPL.

Togu Simorangkir, salah satu Tim 11, selalu menyiarkan aktivitasnya di Facebook. Pada hari pertama, mereka berangkat dari makam SISINGAMANGARAJA XII di Balige. Pada hari ke-11, mereka terlihat sangat bahagia.

Batang pinang yang jatuh di pinggir jalan diambil untuk dijadikan mainan. Salah satunya naik ke atas pelepah lalu terseret di jalan raya. Orang Batak menyebut permainan ini mardolos-dolos.

Permainannya adalah anak-anak biasa. Tawa mereka meledak melihat aksinya. Hari ke 10, di sebuah sungai di Pasaman, Sumatera Barat, mereka mandi bersama.

Di hari yang sama, Bumi, anak-anak muda Togu Simorangkir yang datang dengan berjalan kaki, membuat teka-teki: “Jokowi Siapa yang duluan?” Semua tidak ada yang bisa menjawab. “Jokowi dulu,” kata Bumi, “adalah Sukarno.” Bagi Bumi Jokowi adalah kata ganti Presiden.

Tidak ada erangan yang terdengar, alih-alih hanya kegembiraan. Saat melewati timbangan Dinas Perhubungan, mereka beramai-ramai ditimbang. “Tidak tipis saya sampai Jakarta. Banyak jalan banyak makan,” kata Togu sambil mempertahankan timbangan 100 kilogram.

11 tim yang berjalan kaki ke Jakarta memperluas gerakan pribumi. Gerakan Close TPL, yang awalnya hanya berfokus pada masyarakat adat, melebarkan cakupannya ke fertilisasi silang.

Dengan demikian, menjawab kritik terhadap gerakan masyarakat adat selama ini, masyarakat di luar masyarakat adat, termasuk masyarakat perkotaan, paling tidak secara psikologis terlibat dalam gerakan tersebut. Hal ini terlihat dari ratusan orang yang menyaksikan live Togu Simorangkir di Facebook. Juga sambutan hangat orang-orang kepausan mereka di jalan yang sejauh ini telah dilalui lebih dari 400 kilometer.

Berjalan kaki dari Toba ke Jakarta merupakan gerakan untuk mengingatkan kembali bahwa orang Batak adalah homo ludens sejati. Dan Tim 11 berlatih dengan sangat bermartabat dan tulus.

Daftar Tempat Vaksin di Puskesmas Kota Tangerang

Saat ini, masyarakat berusia 18 tahun ke atas sudah bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 di berbagai fasilitas kesehatan. Beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Tangerang mulai memvaksinasi masyarakat umum.

Pemerintah Kota Tangerang bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas untuk melaksanakan program vaksinasi. Untuk mendapatkan vaksinasi, masyarakat dapat mendaftar secara online melalui vaksinasi (dot) tangerangkota (dot) go (dot) en /.

Program vaksinasi ini berlaku bagi masyarakat yang merupakan pemilik KTP Kota Tangerang. Selain itu, para migran juga dilarang mengikuti program vaksinasi dengan menyertakan surat keterangan domisili atau surat keterangan kerja.

Lantas, Puskesmas mana saja yang menjadi tempat vaksinasi di Tangerang? Ini pertanyaan untuk Anda, Moms.
Vaksinasi 38 Puskesmas di Tangerang

1. Puskesmas Jatiuwung
2. Puskesmas Poris Plawad
3. Puskesmas Karang Tengah
4. Puskesmas Neglasari
5. Puskesmas Benda
6. Puskesmas Batuceper
7. Puskesmas Jurumudi Baru
8. Puskesmas Pondok Bahar
9. Puskesmas Cipadu
10. Puskesmas Kunciran
11. Puskesmas Gondrong
12. Puskesmas Pabuaran Tumpeng
13. Puskesmas Gembor
14. Puskesmas Bugel
15. Puskesmas Ciledug
16. Puskesmas Kunciran Baru
17. Puskesmas Poris Gaga
18. Puskesmas Panunggangan
19. Puskesmas Priuk Jaya
20. Puskesmas Cibodasari
21. Puskesmas Tanah Tinggi
22. Puskesmas Sukasari
23. Puskesmas Sangiang
24. Puskesmas Larangan Utara
25. Puskesmas Pedurenan
26. Puskesmas Cipondoh
27. Puskesmas Kedaung Wetan
28. Puskesmas Ketapang
29. Puskesmas Karawaci Baru
30. Puskesmas Cikokol
31. Puskesmas Tajur
32. Puskesmas Baja
33. Puskesmas Pasar Baru
34. Puskesmas Petir
35. Puskesmas Paninggilan
36. Puskesmas Gebang Raya
37. Puskesmas Panunggangan Barat
38. Puskesmas Manis Jaya

Ibu, perlu dipahami bahwa umumnya setiap tempat juga menetapkan kuota atau membatasi hari vaksinasi peserta, terutama bagi orang-orang yang pergi langsung (tidak mendaftar secara online sebelumnya).
Oleh karena itu sebaiknya cek akun instagram masing-masing kecamatan sesuai dengan lokasi yang ingin dituju atau siapa yang berkonsultasi terlebih dahulu di RT/RW.

Pasien Covid Ngamuk Disebabkan Tidak Dapat Kamar di RSUD Pasar Minggu

Dalam video tersebut, pria tersebut terlihat berusaha melawan petugas keamanan rumah sakit. Bahkan sampai beberapa orang harus menahannya.

Terkait hal itu, Kapolsek Cilandak, Kompol Bambang Handoko membenarkan adanya informasi tersebut.

“Mengenai informasi yang viral video terkait pasien COVID di RS Pasar Minggu yang mengamuk, itu benar menurut keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten,” kata Handoko saat dikonfirmasi.

Handoko mengatakan pasien marah karena ingin segera mendapatkan kamar. Dalam video tersebut, pasien terlihat seperti ingin melarikan diri.

Menurut Handoko, saat itu rumah sakit sudah penuh.
“Situasi RS Pasar Minggu kabarnya sekarang full, tak ada tempat yang tersisa serta saat itu ada pasien yang juga positif COVID. Mereka marah karena ingin segera kamar, jadi seperti orang kabur. ,” dia berkata

“Akhirnya ditahan oleh dokter dan dokter yang memakai APD untuk merobek bajunya dan dibantu oleh satpam yang tidak memakai APD,” tambahnya.

Dari informasi yang diterima, lanjutnya, petugas keamanan Rumah Sakit yang tidak menggunakannya kemudian dinyatakan terpapar virus corona APD.

Sementara itu, dia belum mengetahui apakah pasien mengamuk dirawat di RSUD Pasar Minggu atau tidak. Menurut dia, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak RSUD dan Kapuskes Kabupaten.

“Sesuai informasi kapuskes yang sudah terpapar garda COVID. Apakah pasien yang dirawat di rumah sakit atau tidak kami belum tahu pasti. Kapuskes belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” katanya.

Malu-Maluin Laga Uji Coba Persis vs Bali United Diwarnai Adu Jotos

laga uji coba antara Persis Solo vs Bali United diwarnai aksi tidak terpuji. Malu Doooonkkkkk sama tetangga. Laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Rabu (16/6) lalu, hanya sebatas silaturahim. Namun, pemukulan yang terjadi terlihat membuatnya menjadi aksi bermusuhan.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak pemain Tepat, Delvin Rumbino, berebut bola dengan bek Bali United, Leonard Tupamahu.

Aksi Rumbino yang berniat merebut bola sepertinya tidak bisa diterima oleh Leonard. Akibatnya, mantan bek Persija Jakarta itu kesal dan langsung memberikan pukulan ke kepala Rumbino, yang tampak langsung jatuh kesakitan.

Sontak saja, potongan video tersebut mendapat kecaman dari netizen. Apalagi Bali United ingin berlaga di Piala AFC dalam waktu dekat. Netizen pun tak percaya karena game tersebut hanyalah sebuah ujian.

Sebelumnya, aksi baku juga terjadi pada laga uji coba antara Persita Tangerang vs Persipura Jayapura. Pertandingan pun harus dihentikan saat memasuki babak kedua.

Bali United dan Persipura akan mewakili Indonesia di Piala AFC musim 2021, lalu, masih ingin adu jotos di turnamen bergengsi di Asia itu?

Peringatan Dini BMKG Untuk 4 Kota

Sejumlah wilayah berpotensi banjir di Indonesia, Kamis (3/6/2021). Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada pekan depan.

Seperti dilansir okezone.com. Berdasarkan analisis data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Klimitologi dengan Impact Based Forecast (IBF) dan BNPB dengan InaRisk, perlu diwaspadai potensi banjir pada 3 Juni 2021 di wilayah-wilayah berikut.

Berikut daerah berstatus waspada banjir:

1. Aceh: Aceh Selatan

2. DKI Jakarta: Jakarta Timur, Jakarta Selatan

3. Jawa Barat: Bogor, Garut, Sukabumi, Ciamis

4. Jawa Tengah: Cilacap, Banyumas, Brebes

DISETOR Daerah Berpotensi banjir DENGAN Status Waspada Hingga Ke tingkat kecamatan PADA provinsi Diatas selengkapnya DAPAT Dilihat pada: http://bit.ly/DiseminasiPD_3Juni2021,” tulis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta through akun instagramnya @BPBDdkijakarta dikutip Kamis (3 /6/2021).

Masyarakat diimbau Tetap Waspada Dan Berhati-hati Terhadap Potensi Cuaca ekstrem hearts sepekan Ke Depan, yakni hujan Beroperasi sporadis, Lebat Dan durasi Singkat, Disertai petir Dan angin Kencang, es hujan bahkan.

Cuaca yang ekstrem bisa berpotensi timbulnya bencana hidrometeorologi berupa banjir, seperti banjir bandang, Longsor tanah, Kencangnya angin, serta puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada serta Tinggal di Wilayah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi.

Warga dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan membaca buku “Panduan Kesiapsiagaan Banjir Bagi Masyarakat” melalui link http://tiny.cc/bukusakusiagabanjir. Informasi Terkait High Water Front bisa dipantau melalui http://bpbd.jakarta.go.id/waterlevel/,” tulisnya.

“Dalam keadaan darurat panggil 112. Call Center Laporkan jika ditemukan genangan/banjir melalui Jaki dan aplikasi pemetaan bahaya. Selain itu, peringatan dini akan kami bagikan melalui media sosial BPBD Jakarta dan aplikasi Jaki. Selain itu tetap melakukan protokol kesehatan 5M yaitu pakai masker, cuci tangan, Jaga jarak, Batasi mobilitas, dan Jauhi keramaian,” lanjut penjelasannya.